kontemplasi alam di perasaan

Hai, night..
Aku tiba-tiba kangen dengan hijaunya daun diseberang pulau sana, dengan desir ombak garis lintang itu.
Semua terasa tenang dan nyaman, bukannya aku ingin mengulang masa lalu, aku hanya ingin menghadirkannya kembali saat ini, sepertinya indah dan menyenangkan berkumpul dan melihat semua kejadian itu.

Hijaunya selalu ada disetiap pandanganku, tapi tak sama scene dan hangatnya.
Birunya selalu ada disetiap teduhku, tapi tak sama cerah dan nyamannya.

Sekarang aku akan mengajak kalian melihat semua kejadian itu.

Mataku mulai dari gelap dan tak melihat apa-apa, suara yang terdengar seperti angin yang bergerak lembut seperti ada di pantai yang sedang memejamkan mata. Perlahan membuka mata kemudian aku melihat hijau yang bergerak sesuai semilir angin saling bergesekan dan menutupi silaunya matahari yang menerpa mata yang terbuka ini. Suaranya sama dengan saat aku menutup mata, angin yang berhembus.

Apa yang aku pikirkan tentang dunia ini dan isinya? yang aku rasa aku bisa bermain dengan lepas dan menikmati segala keindahan isinya, sahabat, teman, alam, air, berlari-lari, melihat bintang di tengah lapang atau di atas gunung sambil menelentangkan tubuhku di atas rumput halus yang terasa saat aku mencoba merabanya dari tangan besar ini.
Kemudian aku memejamkan mata dan berfikir…., aku tidak ingin melepaskan perasaan yang indah ini, menarik nafas panjang dan menghembuskannya dengan perlahan sambil berkata dalam hati ‘Tuhan, aku ingin bisa merasakan hal yang indah ini dengan lama dan bisa merasakan hal yang indah selain ini di tempat lain. Belahan dunia lain, bersama kepala seseorang yang bersandar dipundakku’.

Akupun berdiri dan melanjutkan keindahan dan perasaan lain yang ingin aku rasakan dalam melihat dan merasakan, malam ini aku benar-benar terhanyut dalam lirik-lirik yang menambah suasana melankolis.
Hanya melihat lampu-lampu kuning temaram jalan yang tertutup sedikit gerimis rintik hujan pun sebenarnya sangat membuat aku ingin terus berada di jalan sambil menikmati sejuknya udara yang telah dihujani rahmat Tuhan. Gumpalan-gumpalan air yang terbias di lampu kaca seperti membuat cahaya bulat buram warna-warni; kuning, putih, orange, menjadikannya gradasi-gradasi warna yang menyejukkan mata. Kenapa yah semua begitu indah.

Hujan.
Lampu.
Rintik air.
Udara sejuk.
Genangan air.
Biasan gradasi.

Makin bertambah saja aku dalam menghembuskan dan menghela nafas, semua begitu menenangkan dan aku suka. Tuhan begitu sayangnya Engkau dengan hambamu ini, menciptakan suasana yang aku suka, membuat aku hilang dalam ketenangan dari kepekatan dan kejenuhan beraktivitas. ‘Nikmat Tuhan mana yang aku dustakan’, tak sanggup aku. Aku menyerah, Engkau begitu kuasa. Aku sangat ingin menikmati apa-apa yang telah engkau ciptakan dan berikan dan aku sangat bersyukur disetiap helaan nafasku, disetiap kedipan mataku, disetiap kataku dalam menggambarkan ketenangan alam yang Engkau berikan.

Jika aku memiliki rizki lebih dan Engkau memampukanku bolehkan aku menikmati semua itu, semua yang engkau berikan untuk alam ini, bersenandung dalam dzikir, bersyukur dalam asmamu, semua itu untuk bisa mendekatkan diri padaMu. Bolehkan..?
Menghirup udara sejuk saat ini saja aku sangat bahagia, aku tenang dan aku senang dalam ketenangan yang Engkau berikan.

Malam ini aku bersajak untuk syukur yang Engkau berikan. Terima kasih. Terima kasih. Alhamdulillah.
Semoga aku bisa terus mengucap syukur dalam setiap rahmatMu.
Semoga aku bisa terus bersabar dalam setiap ujianMu.
Semoga aku bisa terus memohon ampun kepadaMu.

Bukan tulisan yang baik

Beberapa menit yang hampa, bukannya pesimis akan masa depan yang sudah terencana di pikiran dan segera ingin merealisasikannya, tapi terkadang rencana bisa berubah dari apa yang sudah diinginkan, banyak faktor yang dapat merubahnya. Sudah sekian kalinya aku tetap bersabar dan selalu berhusnudzon bahwa Allah lebih mengetahui apa yang aku butuhkan ketimbang yang aku inginkan.
Rencana-rencanaNya memang tidak dapat diduga dan dapat terjadi seketika itu saja tanpa aba-aba.
Bukan tak ada usaha, usaha selalu saja aku lakukan dengan sepenuh niat, mepet dengan waktu, sudah lama sebenarnya tapi karena waktu yang berjalan dan jalannya seperti itu-itu saja rasanya sangat menyebalkan dan akhirnya waktu pun semakin sempit dan yang aku tahu sampai detik ini hanya mengikhlaskannya saja apa yang aku punya dan apa yang aku kerjakan kepadaNya.
Ikhlas memang berat, tapi hasilnya luar biasa, semua yang ada di diri ini aku serahkan semua kepadaNya,  semoga Allah memberikan yang terbaik.
Semoga, semoga dan semoga, yang akhirnya manusia hanya bisa berdoa dan berusaha.

Etika Seorang Samurai

   1. Gi (義 – Integritas) / Menjaga Kejujuran.

“Seorang ksatria harus paham betul tentang yang benar dan yang salah, dan berusaha keras melakukan yang benar dan menghindari yang salah. Dengan cara itulah bushido biasa hidup.”

Seorang Samurai senantiasa mempertahankan etika, moralitas, dan kebenaran. Integritas merupakan nilai Bushido yang paling utama. Kata integritas mengandung arti jujur dan utuh.

Keutuhan yang dimaksud adalah keutuhan dari seluruh aspek kehidupan, terutama antara pikiran, perkataan, dan perbuatan.

Nilai ini sangat dijunjung tinggi dalam falsafah bushido, dan merupakan dasar bagi insan manusia untuk lebih mengerti tentang moral dan etika.

    2. Yū (勇 – Keberanian) / Berani dalam menghadapi kesulitan.

“Pastikan kau menempa diri dengan latihan seribu hari, dan mengasah diri dengan latihan selama ribuan hari”. (Miyamoto Musashi)

Keberanian merupakan sebuah karakter dan sikap untuk bertahan demi prinsip kebenaran yang dipercayai meski mendapat berbagai tekanan dan kesulitan.

Keberanian juga merupakan ciri para samurai, mereka siap dengan risiko apapun termasuk mempertaruhkan nyawa demi memperjuangkan keyakinan.

Keberanian mereka tercermin dalam prinsipnya yang menganggap hidupnya tidak lebih berharga dari sebuah bulu. Namun demikian, keberanian samurai tidak membabibuta, melainkan dilandasi latihan yang keras dan penuh disiplin.

    3. Jin (仁 – Kemurahan hati) / Memiliki sifat kasih sayang.

“Jadilah yang pertama dalam memaafkan.”(Toyotomi Hideyoshi)

Bushido memiliki aspek keseimbangan antara maskulin (yin) dan feminin (yang). Jin mewakili sifat feminin yaitu mencintai. Meski berlatih ilmu pedang dan strategi berperang, para samurai harus memiliki sifat mencintai sesama, kasih sayang, dan peduli.

Kasih sayang dan kepedulian tidak hanya ditujukan pada atasan dan pimpinan namun pada kemanusiaan.

Sikap ini harus tetap ditunjukan baik di siang hari yang terang benderang, maupun di kegelapan malam. Kemurahan hati juga ditunjukkan dalam hal memaafkan.

    4. Rei (礼 – Menghormati) / Hormat kepada orang lain.

“Apakah kau sedang berjalan, berdiri diam, sedang duduk, atau sedang bersandar, di dalam perilaku dan sikapmu lah kau membawa diri dengan cara yang benar-benar mencerminkan prajurit sejati. (Kode Etik Samurai)

Seorang Samurai tidak pernah bersikap kasar dan ceroboh, namun senantiasa menggunakan kode etiknya secara sempurna sepanjang waktu.

Sikap santun dan hormat tidak saja ditujukan pada pimpinan dan orang tua, namun kepada tamu atau siap pun yang ditemui. Sikap santun meliputi cara duduk, berbicara, bahkan dalam memperlakukan benda ataupun senjata.

    5. Makoto atau (– Shin Kejujuran) dan tulus-ikhlas / Bersikap Tulus dan Ikhlas.

“Samurai mengatakan apa yang mereka maksudkan, dan melakukan apa yang mereka katakan. Mereka membuat janji dan berani menepatinya.” (Toyotomi Hideyoshi)
“Perkataan seorang samurai lebih kuat daripada besi.” (Kode Etik Samurai)

Seorang Samurai senantiasa bersikap Jujur dan Tulus mengakui, berkata atau memberikan suatu informasi yang sesuai kenyataan dan kebenaran.

Para ksatria harus menjaga ucapannya dan selalu waspada tidak menggunjing, bahkan saat melihat atau mendengar hal-hal buruk tentang kolega.

    6. Meiyo (名誉 – Kehormatan) / Menjaga kehormatan diri.

“Jika kau di depan publik, meski tidak bertugas, kau tidak boleh sembarangan bersantai. Lebih baik kau membaca, berlatih kaligrafi, mengkaji sejarah, atau tatakrama keprajuritan.” (Kode Etik Samurai)

Bagi samurai cara menjaga kehormatan adalah dengan menjalankan kode bushido secara konsisten sepanjang waktu dan tidak menggunakan jalan pintas yang melanggar moralitas.

Seorang samurai memiliki harga diri yang tinggi, yang mereka jaga dengan cara perilaku terhormat. Salah satu cara mereka menjaga kehormatan adalah tidak menyia-nyiakan waktu dan menghindari perilaku yang tidak berguna.

    7. Chūgo (忠義 – Loyal) / Menjaga Kesetiaan kepada satu pimpinan dan guru.

“Seorang ksatria mempersembahkan seluruh hidupnya untuk melakukan pelayanan tugas.” (Kode Etik Samurai)

Kesetiaan ditunjukkan dengan dedikasi yang tinggi dalam melaksanakan tugas. Kesetiaan seorang ksatria tidak saja saat pimpinannya dalam keadaan sukses dan berkembang.

Bahkan dalam keadaaan sesuatu yang tidak diharapkan terjadi, pimpinan mengalami banyak beban permasalahan, seorang ksatria tetap setia pada pimpinannya dan tidak meninggalkannya. Puncak kehormatan seorang samurai adalah mati dalam menjalankan tugas dan perjuangan.

    8. Tei (悌 – Menghormati Orang Tua) / Menghormati orang tua dan rendah hati.

“Tak peduli seberapa banyak kau menanamkan loyalitas dan kewajiban keluarga di dalam hati, tanpa prilaku baik untuk mengekspresikan rasa hormat dan peduli pada pimpinan dan orang tua, maka kau tak bisa dikatakan sudah menghargai cara hidup samurai. (Kode Samurai).” 

Samurai sangat menghormati dan peduli pada orang yang lebih tua baik orang tua sendiri, pimpinan, maupun para leluhurnya.Mereka harus memahami silsilah keluarga juga asal-usulnya. Mereka fokus melayani dan tidak memikirkan jiwa dan raganya pribadi.

 

Hingga sekarang pun kode etik ini masih dijunjung tinggi oleh masyarakat Jepang.

intuisi #2

Hati.

Tahukah kamu kalau hati itu bukan karena logika dan perasaan.
Hati itu intuisi, intuisi yang berbisik kepada raganya untuk tetap menjaganya dalam keadaan yang sangat hati-hati, aman, nyaman, dan tenang.

Jika intuisi itu mulai berbisik, katakanlah tepat pada waktunya, seperti yang pernah kamu katakan bahwa semua indah pada waktunya?
Hari itu pasti datang untuk menemui hati hati yang telah jauh air seolah melihat oase di padang pasir. Sejuk dan nyaman.

======

Kalaupun doa saja sudah cukup mewakili hati ini untuk berbisik pada Tuhan agar selalu menjagamu, maka untuk apa aku bertanya kabar padamu?

MEREKA

Blog sori, setiap kali ketempat lw gw cuma bisa curhat yang ga enak, curhat galau yang ga jelas, apa iya tempat lw ini emang buat segala hal yang ga jelas?? Gw harap mah ngga, mungkin gw nya yang gak jelas. Sori blog, kali ini gw mau nulis perasaan gw tentang dunia.

Setahun hampir berlalu, apa iya semua yang udah gw lakukan akan sia-sia..? setahun yang penuh perjuangan materi, pikiran, fisik, harta, jiwa, dan raga. Apa gw yang kurang perencanaan..?? Ahh, ngga koq, semuanya udah gw tulis di blue print otak gw tentang rencana-rencana yang dahsyat buat mereka, sampe sekarang pun gw juga masih terus berusaha agar mereka tetap hidup. Tapi memang ga se-optimal beberapa bulan yang lalu, gw juga punya suatu hal yang harus tetap gw kejar, blog. Gw ga mungkin berada disitu terus, gw harus tetap bergerak, blog. Gw ga mungkin diem, klo disitu terus kapan gw bisa berkembang..? Gw cuma ingin liat mereka tumbuh dan berkembang seperti apa yang gw bayangkan. Besar. Menaungi. Teladan. semuanya lebih dari apa yang bisa gw tulis disini.

Gw ga mau semua usaha dan doa gw sia-sia, paling ga tetap ada dan hidup, ga mau mati suri bahkan sampai hal yang buat gw cuma bisa berkata “Ya Allah…kenapa..???😦 “. Usaha sekarang yang bisa dilakukan cuma bisa memberikan nafas buatan, mungkin mereka sedang terbaring karena kebanyakan minum air di samudera.

Semoga mereka kembali hidup dan bergerak, jauh berlari dari ekspetasi saya, yang tentunya ke arah yang jauh lebih baik dan bermanfaat untuk sekitar mereka.
Aku mendoakan mu, aku akan ada untukmu, aku selalu memperhatikanmu, menyayangimu, aku hanya ingin kamu bisa tumbuh besar, karena kamu sudah ada di hati.